Rabu, 30 Mei 2012

BEST PRACTICE


BEST PRACTICE

“PEMBELAJARAN BERBASIS PEMBIASAAN”
(MENDULANG  PRESTASI  BERKAT  PEMBIASAAN BIDANG  KEAGAMAAN , ICT. DAN  BAHASA ASING)



 

Oleh :
Fathul Qorib, S.Ag.,M.Pd.I.
NIG. 1650521447


DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GRESIK
SD NU AL ISTIQOMAH
CAPUREJO PANCENG GRESIK
2012


BAB I

PENDAHULUAN

  1. Identifikasi Masalah

Undang-undang Dasar 1945 pasal 31, mengammanatkan bahwa pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah sebuah upaya dalam rangkah mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia untuk mewujudkan masarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar  1945 yang memungkinkan warganya mengembangkan diri sebagai manusia seutuhnya. Untuk mewujudkan pembangunan nasional di bidang pendidikan dibutuhkan karakter pendidikan yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi, budaya, penguasaan bahasa, dan pembiasaan memberikan tauladan yang mengesankan bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Dalam Undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II pasal 3 dijelaskan bahwa:  "Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangkah mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab".

Supaya pendidikan dapat  menyerap maksud dan tujuan pendidikan yang sesuai dengan ilustrasi di atas maka dibutuhkan tindakan nyata yang harus dilakukan secara profesional dan terprogram, sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sesuai dengan tingkat dan kompetensi yang diharapkan. Wujud dari indikator peningkatan mutu pendidikan adalah peningkatan prestasi belajar siswa. Penulis menyadari bahwa, peningkatan prestasi belajar siswa bisa dipengaruhi oleh berbagai hal, diataranya pengaruh dari diri siswa sendiri maupun pengaruh dari luar diri siswa. Diantara pengaruh dari diri siswa adalah: intelegensia, Sikap, minat, motifasi, disiplin belajar dan  sebagainya. Sementara faktor dari luar siswa adalah: lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, keadaan orang tua, keadaan ekonomi orang tua dan bahkan hal yang membanggakan orang tua serta banyak yang lain.
Mengingat keberadaaan SD NU Al-Istiqomah yang relatif masih mudah, dirintis pada tahun  1999 dan baru dapat pengesahan Ijin Operasional pada tahun 2004 dibawah naungan KEMENDIKNAS. Secara geografis SD NU Al-Istiqomah terletak di sebuah dusun (dusun Rejodadi Desa Campurejo) yang sebetulnya tidak begitu jauh  dari tempat tinggal pendduduk telah ada sekolah sekolah yang lebih tua dan mapan. Namun berkat keinginan sebagian besar warga masyarakat SD NU Al-Istiqomah ada. SD NU Al-Istiqomah Rejodadi Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik yang terletak di tepi pantai Pasir Putih yang kondisi siswanya relatif  tidak terlalu banyak, maka sebagai kepala sekolah harus mempunyai program untuk memajukan sekolah, sebab disamping usianya yang masih belia, tingkat kesenjangan intelektual dan ekonomi warga serta orientasi warga yang sulit ditebak, menjadi pertimbangan utama. Sebagian besar masyarakat  yang mengais rizki ke luar negeri dengan hasil yang jauh dari perolehan sebelumnya, keterbatasan pengetahuan tidak sebanding dengan penghasilan yang diterima, tidak lebih dari satu bulan dalam setiap tahun mereka tingal dikampung mendapingi purta-putrinya, informasi pendidikan di negeri sebrang dibandingkan dengan informasi pendidikan di  tempat tinggalnya begitu mengagetkan mereka. Dari hasil komunikasi dan diskusi aktif dengan banyak tokoh sejak penulis mengajar, kemudian penulis diberi amanat memimpin SD NU Al-Istiqomah, dan diperkuat adanya masukan masukan dari dewan guru  bahwa rasa memiliki dan daya pikat untuk meningkatkan peran serta masyarakat terabaikan, sehingga kepedulian warga pada lembaga datar-datar saja. Tidak begitu tampak nyata hal yang dapat membanggakan warga, sebagai hasil orientasi barunya.

  1. Permasalahan

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas maka persoalan yang  dihadapi SD NU Al-Istiqomah Rejodadi Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik sebagai berikut :          
  1. Rasa memiliki Lembaga oleh sebagian warga agak memudar
  2. Peran serta masyarakat dalam pengembangan pendidikan tampak setengah hati

  1. Pemecahan masalah
 Dari hasil diskusi panjang dengan dewan guru dan komite sekolah, maka disepakati pencanangan program unggulan adalah Pembiasaan Bidang Keagamaan, Bahasa Asing dan ICT. Dengan pertimbangan pertama selama ini materi agama, bahasa asing dan ICT lebih banyak dibebankan pada penguasaan materi semata. Kedua prestasi siswa tidak ada yang menonjol. Ketiga rasa bangga warga tidak begitu tampak, dikarenakan tidak ada nilai lebih yang membanggakan.
Dengan dicanangkan dan terlaksananya program pembiasaan bidang keagamaan, bahasa asing dan ICT, ada kebanggaan yang luarbiasa dari warga sekolah dan masyarakat. Dengan pembiasaan, siswa mampu melaksanakan kegiatan keagamaan secara mandiri, menjadi Imam Sholat, memimpin do’a tahlil maupun istighosah. Komunikasi sederhana dengan bahasa asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) dan penguasaan ICT, jauh diatas teman sebaya di sekolah sekitarnya.. Dengan program unggulan ini diharapkan rasa simpati, ikut memiliki serta peran serta warga dan masarakat sekitar kepada SD NU Al-Istiqomah dapat dapat ditumbuhkan sehingga dapat meningkat prestasi akademik maupun non akademik serta dapat membanggakan insan pendidik.

Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut :
  1. Pendataan potensi
Sebagai langkah awal untuk melaksanakan program unggulan pembiasaan bidang agama dan bahasa, maka SD NU Al-Istiqomah lebih memperjelas karakter sebagai Lembaga Pendidikan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, dengan menjalankan sholat Dzuhur dan Dluhah berjamaah, baca Al-Quran, Istighosah, Tahlil, Dzibaiyah, Manakib dan lain sebagainya. Mendata potensi guru dan siswa yang memiliki kemampuan lebih bidang bahasa Asing. Hasil kesepakatan ditetapkan menambah Guru Les Bahasa Inggris dari luar. Ketersediaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang cukup, dengan disertai guru dibidangnya.
  1. Penyusunan program kegiatan
Penyusunan program kegiatan ini dirancang dalam forum rapat Kepala Sekolah, Guru dan Komite Sekolah untuk masa satu tahun pelajaran, dengan penetapan tim pelaksana , penjamin dan pengawas program.
  1. Pelaksanaan kegiatan
Kegiatan Jamaah Sholat Dzuhur dan Dluhah dijadwal guru pendamping dengan diarahkan siswa dapat menjadi imam bagi temannya sediri. Membaca al-Quran bersama sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan keagamaan yang ber nuansa Ahlussunnah Wal Jamaah dilaksanakan tiap saat. Sementara  pembiasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab  dilakukan setiap  tiga hari bergantian, dengan didampingi semua guru ditambah tiga guru les, serta dilakukan pembiasaannya pada setiap media informasi dan pemberian informasi oleh guru dan siswa serta dalam bersosialisasi. Tidak kalah menarik SDNU Al Istiqomah yang melakukan kerja sama dengan KEMENMINFO dalam Program PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan), siswa dapat melakukan pembiasaan memanfaatkan pengangkat ICT  secara positif sejak dini
  1. Kegiatan aksi
Sholat yang merupakan kewajiban setiap umat Islam sedini mungkin harus dibiasakan pada diri siswa, dengan mengharuskan siswa sholat Dzuhur dan Dzuha secara berjamaah di sekolah serta melakukan kegiatan-kegiatan pendukung dan pelengkap lainnya. Siswa SDNU Al Istiqomah diharapkan dan betul betul telah dapat memimpin Do’a Tahli dan Istighosah, khatmil Qur’an serta dzibaan bagi teman temannya. Pada waktu kegiatan Peringatang Hari Besar Islam dan Nasional (PHBI & PHBN) biasanya diadakan beberapa lomba yang  mengimplementasikan pembiasaan bidang Agama, ICT dan Bahasa. Misalnya dengan mengadakan lomba pidato dengan tiga bahasa, lomba menulis kata-kata mutiara dalam tiga bahasa, lomba mendemontrasikan perangkat ICT, lomba Adzan, lomba baca sholawat dan kegiatan kegiatan yang lain.




BAB II
PEMBAHASAN

1.            Strategi Pemecahan Masalah
Disepakatinya program unggulan kegiatan pembelajaran pembiasaan bidang keagamaan dan bahasa merupakan salah satu upaya sekolah untuk mengambil hati masyarakat sesuai dengan masukan masukan yang telah diterima  pada saat konsultasi bersama para tokoh masyarakat dan dewan guru, serta komite sekolah,  sebagian mayarakat menginginkan  SD NU Al-Itiqomah memiliki nilai lebih yang beda dengan sekolah-sekolah lain dan dapat dibanggakan warga masyarakatnya., maka ditetapkanlah program pembiasaan bidang Keagamaan, ICT dan Bahasa Asing di sekolah.
Selain itu sekolah dapat mengoptimalkan potensi guru bidang keagamaan, yang menitikberatkan pada praktek atau pembiasaan yang sebelumnya sarat muatan teori/materi. Potensi guru bidang bahasa juga mendapatkan tempat yang cukup dalam mengembangkan keprofesionalannya. Tidak kalah, fasilitas ICT yang dimiliki lembaga dengan guru professional di bidangnya. Jika tidak ada terobosan program unggulan seperti ini maka akan terasa sia sia karena kurang bisa memberikan ruang gerak untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. Guru yang berpotensi, kemudian dapat menyalurkan bakat keahliannya, maka merupakan poin penting bagi guru tersebut yang kemudian berdampak positif bagi warga sekolah dan masyarakat sekitanya. Guru yang bersangkutan pun bertambah senang dalam menjalankan tugasnya karena merasa diperhatikan dan mendapat penghargaan dari warga sekolah dan masyarakat.
Selebihnya siswa yang punya potensi bidang keagamaan, teknologi informasi dan  komunikasi serta bahasa dapat dengan leluasa menyalurkan bakatnya dengan baik, berkat pembinaan/latihan/pembiasaan yang didukung dengan program sekolah. Kegiatan pembiasaan bidang keagamaan ICT.dan bahasa,  yang dilakukan warga sekolah secara rutin dan disaksikan para wali murid dan masyarakat yang lain, sehingga secara tidak langsung rasa bangga dan ikut memiliki dan dukungan orang tua/wali murid dan masyarakat sekitar tumbuh dengan sendirinya.

2.      Hasil hasil yang dicapai
  1. Penampilan langsung di masyarakat
Sebagai Kepala sekolah dan Guru di SD NU Al Istiqomah Rejodadi Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik merasa bangga melihat kemampuan siswa dapat memimpin Sholat berjamaah dengan benar, memimpin tahli dan Istighosah dengan baik, dapat membaca al-Quran dengan baik dan benar dan bidang keagamaan lainnya. Dengan kemampuan siswa yang begitu menakjubkan diusianya yang masih belia, sehingga banyak pujian yang diarahkan kepada para dewan guru yang membimbingnya, yang diwujudkan dalam bentuk dukungan kepada lembaga Pendidikan Al-Istiqomah.
  1. Penampilan di  Panggung
Selama ini, setiap kegiatan akhir sanah/perpisahan kelas VI biasanya diadakan beberapa pertunjukan, diataranya menampilkan kemahiran bidang bidang keagamaan, kemahiran bidang bahasa dengan menampilkan pidato tiga bahasa dan MC cilik yang menggunakan bahasa asing serta cerita dengan bahasa asing. Serta demo kemahiran ICT.  Masyarakat begitu terpukau menyaksikan penampilan putra-putrinya.
  1. berkompetisi di tempat lain
Dalam beberapa kesempatan siswa SD NU Al Istiqomah diikutkan perlombaan pidato bahasa Asing dan cerita bahasa Inggris, dengan prestasi yang membanggakan dari tingkat Kecamatan dan bahkan kabupaten.
Dengan menampilkan kegiatan kegiatan seperti ini, menjadikan adanya perhatian dari warga dan masyarakat sekitar, bahkan pemerintah. Sehingga ada jalinan yang yang harmonis atara warga sekolah, masyarakat dan pemerintah. Memang dengan adanya kegiatan kegiatan akan tampak hasilnya, sebaliknya kalau tidak ada  kegiatan, kemungkinan untuk mendapat suatu keberhasilan dan penghargaan adalah suatu yang tidak mungkin.

3.                  Kendala kendala yang dihadapi
            Adapun kendala kendala yang dihadapi dalam mewujudkan program unggulan Pembiasaan Bidang Agama, ICT dan Bahasa Asing antara lain :
a.       Daya dukung dari insan sekolah yang kurang memadahi,  keterbatasan Sumber Daya Manusia yang kemudian dilengkapi mendatangkan 2 Guru Les Bahasa Inggris. Namun dengan  keberadaan anggaran dana yang  terbatas menjadikan pelaksanaan program unggulan ini kurang gaungnya.
b.      Pengadaan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan tersebut belum ada, diperlukanya lab. Bahasa, sehingga dalam kegiatan kegiatan yang dilakukan kurang maksimal, karena hanya dilakukan secara manual.

4.                  Faktor faktor pendukung
Untuk mewujudkan suatu gagasan dalam mengembangkan potensi penguasaan bidang Agama, ICT dan Bahasa Asing di SD NU Al-Istiqomah Rejodadi terdapat lima kunci sukses diantaranya adalah :
a.       Kepercayaan
            Penulis sebagai  Kepala Sekolah SD NU Al-Istiqomah telah menaruh kepercayaan kepada guru Pembina Keagamaan Guru TIK dan Guru Pembina Bahasa yang telah dibekali dengan ilmu dibidangnya yang cukup memadahi, kemudian menetapkan metode dan tehnis pelaksanaan yang tentu difasilitasi kebutuhan kebutuhan dalam setiap kegiatan oleh pihak sekolah.
            Dengan adanya kepercayaan yang diberikan kepada guru, guru lebih bertanggung jawab dan bersungguh sunggu dalam melatih anak bidang keagamaan, ICT. dan bahasa asing. Selain itu melalui kepercayaan yang diberikan kepada guru, mereka merasa dihargai dan dihormati bahwa dirinya bisa mengembangkan potensi diri yang selama ini terlupakan.
b.      Kebersamaan
            Program unggulan Pembiasaan Bidang Keagamaan, ICT dan Bidang Bahasa Asing, tidak bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan dari semuah pihak, mulai dari kebijakan yang ditetapkan, kepala sekolah, guru dan juga orang tua murid serta lingkungan. 
            Keberhasilan akan tampak manakala rasa kebersamaan terbangun dengan baik. Keberhasilan yang didapat oleh sekolah bukan hanya keberhasilan Kepala Sekolah saja, melainkan keberhasilan semua warga sekolah, maka kebersamaan itu perlu ditanamkan dan dipelihara serta dipupuk agar tetap subur dan bersemi di sekolah sebagai wahana berseminya calon pemimpin bangsa.
c.       Koordinasi
            Agar kegiatan yang ditetapkan dapat dilaksanakan dengan baik, maka diperlukan koordinasi dengan semua elemen yang berkaitan dengan sekolah.  Koordinasi yang dibangun bisa melalui dua bentuk yaitu koordinasi vertikal dan koordinasi horisontal. Melalui koordinasi ini kegiatan di sekolah dapat berjalan dengan lancar tanpa mengalami hambatan yang berarti, karena dengan koordinasi akan diperoleh pencerahan-pencerahan baru.

d.      Berusaha
            Program Unggulan Pembiasaan Bidang Keagamaan, ICT dan Bidang Bahasa Asing  telah ditetapkan sebagai bidan ungulan alternatif maka diperlukan upaya yang maksimal dan sungguh-sungguh.  Melalui usaha maksimal dan sunggu-sungguh diharapkan menuai simpati dan prestasi bidang akademik dan non akademik demi meningkatkan mutu pendidikan di SD NU Al-Istiqomah Rejodadi.
e.       Berserah Diri
            Hanya kepada Allah SWT,  kita berserah diri setelah segala daya upaya kita lakukan. Kalau ada hasil tentu kita tidak menjadi takabur dan sebaliknya kalau ada kegagalan kita berserah dan tidak berputus asa.

5.      Alternatif  Pengembangan
 Untuk mempertahankan keberhasilan yang telah dicapai dalam Program Unggulan Pembiasaan Bidang Keagamaan ICT dan Bidang Bahasa Asing di SD NU Al-Istiqomah Rejodadi, maka diperlukan :
a.       Penjadwalan kegiatan
Pembiasaan  bidang keagamaan, ICT. Dan  bahasa dilakukan setiap hari di lingkungan sekolah dan diadakan penjadwalan penguatan, sebagai berikut:
No
Hari
Waktu
Kegiatan
Keterangan
1.
Senin
06.30
Upacara Bendera
2 guru pendamping
2.
Selasa
16.00
Keagamaan
3 guru pendanping
3.
Rabo
16.00
Pramuka
4 Pembina Pendamping
4.
Kamis
16.00
ICT
2 guru pendamping
5.
Jum’at
16.00
Senam Pagi
2 Pembina
6.
Sabtu
16.00
Les Bahasa Inggris
2 guru pendamping

b.      Mengikuti setiap Lomba
Untuk mengukur tingkat keberhasilan program maka setiap ada kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah, siswa diupayakan mengikuti event event tersebut. Misalnya lombah adzan tingkat Ma'arif Kabupaten, Lomba Pidato tiga bahasa, Cerita Bahasa Inggris, MIPA, siswa berprestasi  dan pelajar teladan tingkat Kecamatan dan Kabupaten.
c.       Penyediaan Alokasi Dana
Dalam setiap kegiatan yang ditetapkan oleh ekolah, maka akan dialokasikan dana untuk mendukung keberhasilan program tersebut. Dana kegiatan ini diperoleh dari masyarakat yang peduli pendidikan, pemerintah dan elemen-elemen lain yang tidak mengikat. Meskipun selama ini dana yang diperlukan jauh dari cukup.


BAB III

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI OPERASIONAL

1.      Kesimpulan
Mengacu pada uraian pada bab I dan II  maka dapat kami simpulkan sebagai berikut :
a.       Di SD NU Al-Istiqomah Rejodadi Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik memiliki potensi Keagamaan/Diniyah dan Bahasa Asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) yang perlu dikembangkan dan mendapat perhatian, baik Guru, siswa, orang tua, masyarakat dan Pemerintah.
b.      Setelah dilakukan pembinaan yang intensif melalui pembiasaan dan latihan sehingga siswa dapat tampil mandiri bidang keagamaan dan bahasa, maka berdampak positif terhadap peran serta masyarakat dalam hal peningkatan siswa baru. Hal ini dapat merubah wacana dari sekolah yang kurang berkesan menjadi sekolah yang mengesankan, berprestasi dan diminati masyarakat.

2.      Rekomendasi
a.       Teman Sejawat
Kepada Bapak Ibu Kepala Sekolah tidak perlu ragu ragu untuk membuat terobosan terobosan baru  untuk kemajuan sekolah dengan memperhatikan potensi yang ada di sekolah masing masing.

b.      Bapak Ibu Pengawas Sekolah dan Pengurus
Agar sedapatnya menganjurkan kepada seluruh Kepala Sekolah untuk menuliskan pengalaman terbaiknya dalam mengembangkan sekolah  yang menjadi binaannya, sehingga pengalaman terbaik itu bisa diadopsi oleh sekolah lain dan akhirnya dapat maju bersama sama dengan potensi yang berbeda. Serta dapat memberikan binaan yang memadahi.



c.       Bapak Kepala Dinas Pendidikan
1.      Perlu diadakan lomba best Practice setiap tahun, untuk mengetahui sekolah yang punya pengalaman terbaik dalam rangka mengangkat citra sekolah di masyarakat, sehingga peran serta masyarakat akan terus berkembang searah dengan kemajuan zaman.
2.      Perlu penghargaan kepada sekolah yang melakukan terobosan terbaik
3.      Perlu adanya  pembinaan yang berkesinambunga dari instansi terkait.


DAFTAR PUSTAKA

Margono, S. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rieneka Cipta, 2007.
Undang Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Mitra Karya, 2003.
Undang Dasar Dasar 1945, Surabaya : Pustaka Agung Harapan, 2004.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar